Selamat Datang 👋 Join Discord Premium CryptoSharia

Join Komunitas

DiscordWhatsApp
USDT

Tether

USDT

Status
halal

Peringkat ...
Harga per Token ...
Kapitalisasi Pasar ...
Dominasi Pasar ...
Supply Maksimum ...
Supply Beredar ...
Website

Sertifikat USDT

Tether Certificate
stablecoinasset-backed-stablecoinusd-stablecoin

Tujuan Proyek

Tether (USDT) dikembangkan untuk mengatasi volatilitas tinggi pasar kripto dan membangun jembatan antara sistem keuangan tradisional serta dunia aset digital.
Tujuan utamanya adalah menyediakan stablecoin berbasis fiat dengan rasio cadangan 1:1 terhadap aset nyata, sehingga nilainya tetap stabil setara dengan dolar AS (USD).

Tether berfungsi sebagai instrumen likuiditas utama dalam ekosistem kripto — memfasilitasi transfer lintas bursa, pembayaran global, serta menjadi tempat berlindung (safe haven) bagi investor ketika pasar bergejolak.

Produk / Layanan

CEO: Paolo Ardoino
Founders & Board: Brock Pierce dan tim awal Tether Operations Limited.
Struktur Perusahaan: Entitas privat yang tidak terdaftar di bursa publik.

Model Governance:

  • Sentralistik — semua keputusan terkait penerbitan, alokasi cadangan, dan ekspansi blockchain ditentukan oleh dewan internal Tether Inc.
  • Tidak ada sistem voting on-chain atau partisipasi komunitas dalam tata kelola.

Inisiatif Transparansi:

  • Komitmen untuk melakukan audit eksternal periodik.
  • Laporan cadangan yang lebih frekuen dan terstandar.
  • Peningkatan transparansi on-chain dan keterlibatan pihak ketiga independen.

Namun, dibandingkan dengan standar keuangan konvensional (misalnya regulated e-money issuers), tingkat keterbukaan Tether masih tergolong menengah.

Tokenomics

Token utama: USDT (Tether Token)

Model suplai: Floating supply (tidak memiliki batas maksimum tetap).
Jumlah token beredar menyesuaikan dengan permintaan pasar melalui mekanisme minting dan burning.

Suplai beredar (Oktober 2025): ±140 miliar USDT dengan kapitalisasi pasar sekitar $140 miliar — menjadikannya stablecoin terbesar di dunia dan aset kripto peringkat kedua setelah Bitcoin.

Minting & burning:
Dilakukan oleh Tether Treasury, bukan melalui mekanisme permissionless. Aktivitas penerbitan dan pembakaran tetap dapat diverifikasi secara publik on-chain.

Cadangan aset (backing):
Per kuartal I 2025, Tether memegang:

  • ±$98,5 miliar dalam bentuk US Treasury Bills (sekitar 1,6% dari total global outstanding).
  • Kas dan aset likuid jangka pendek.
  • Logam mulia (precious metals).
  • Sebagian kecil piutang dan investasi korporat.

Karakteristik keuangan:

  • Tidak ada sistem staking reward atau bunga.
  • USDT bukan aset produktif, melainkan medium of exchange untuk transfer nilai.

Underlying Asset

USDT merupakan aset digital dengan underlying cadangan nyata, terdiri dari:

  • Fiat USD,
  • Surat utang pemerintah (Treasury Bills),
  • Kas dan aset likuid lainnya,
  • Sebagian kecil komoditas dan logam mulia.

Pemegang USDT memiliki klaim tidak langsung terhadap cadangan tersebut — mirip dengan konsep e-money dalam sistem keuangan tradisional — berbasis kepercayaan (trust-based model) terhadap Tether Limited sebagai penerbit.

Gharar / Spekulasi

Transparansi terbatas:
Meskipun Tether menyediakan laporan Proof of Reserves, hingga Oktober 2025 belum dilakukan audit eksternal penuh oleh firma akuntansi besar (Big Four).

Komposisi cadangan tidak sepenuhnya terpublikasi:
Porsi kas, logam mulia, dan investasi lainnya belum dijabarkan secara detail dalam laporan publik.

Risiko sentralisasi:
Seluruh kontrol minting/burning dan manajemen cadangan berada di tangan Tether Treasury, bukan mekanisme konsensus terdesentralisasi.

Tekanan regulasi:
Masih menghadapi pengawasan dari regulator global, termasuk perdebatan status hukum — apakah tergolong e-money, instrumen keuangan, atau stablecoin utility.

Risiko depeg:
Dalam krisis (seperti SVB collapse 2023 atau FTX crash 2022), USDT sempat turun di bawah $1 namun pulih cepat.
Kinerjanya tetap lebih stabil dibandingkan stablecoin lain seperti USDC.

Tim & Governance

Pendiri & Kepemimpinan:

  • Paolo Ardoino (CEO)
  • Brock Pierce dan tim awal Tether Operations Limited

Struktur governance:
Sentralistik di bawah kendali Tether Inc., dengan keputusan strategis dibuat secara internal tanpa on-chain voting.

Regulasi & transparansi:
Proses audit penuh masih dalam tahap pembahasan, namun laporan cadangan kini dipublikasikan lebih rutin dan terbuka untuk verifikasi publik.

Kesimpulan

halal

Pandangan ulama dan akademisi fikih kontemporer terhadap USDT umumnya beragam, tetapi sebagian besar menganggapnya boleh digunakan selama tidak digunakan untuk transaksi haram.

Perspektif halal:

  • Jika digunakan sebagai medium of exchange untuk transaksi halal, USDT diperbolehkan karena tidak mengandung unsur riba (interest), tidak spekulatif (gharar minimal), dan sejalan dengan prinsip likuiditas dalam keuangan Islam.
  • Cadangan Tether yang didukung oleh US Treasury Bills dan kas riil memperkuat kepercayaan terhadap status halalnya, selama penggunaannya terbatas pada transaksi yang sah.

Pertimbangan etis:

  • Risiko sentralisasi dan keterbatasan transparansi masih menjadi isu etika.
    Namun, secara fiqh, USDT tetap sah sebagai alat tukar yang berbasis nilai riil (aset backed).
Sumber Status
Sharlife Halal ✅
Cryptoummah Halal ✅
islamicfinanceguru Halal ✅
Crypto Islam Halal ✅