Hyperliquid
HYPE
Status :
haram
Tujuan Proyek
Hyperliquid (HYPE) adalah token native dari blockchain Hyperliquid, sebuah Layer 1 berperforma tinggi yang fokus menjadi infrastruktur derivatives DEX on-chain (khususnya perpetual futures) dengan order book penuh di level protokol. Hyperliquid dikembangkan sebagai blockchain Layer 1 khusus keuangan terdesentralisasi dengan visi “fully on‑chain open financial system” yang mampu menjalankan seluruh aktivitas trading derivatif (order, cancel, trade, dan likuidasi) langsung di chain tanpa mengorbankan pengalaman pengguna. Tujuan utamanya adalah menyediakan perpetual DEX berbasis order book yang setara atau lebih baik dari CEX dalam hal kecepatan, throughput, dan likuiditas, tetapi dengan transparansi penuh on‑chain dan kepemilikan mandiri atas aset. Secara strategis, Hyperliquid memposisikan diri sebagai “exchange + chain” sekaligus: L1 milik sendiri + perpetual DEX native, sehingga bisa mengontrol seluruh stack (konsensus, matching engine, risk engine) dan mengoptimalkannya untuk trading derivatif berfrekuensi tinggi. Poin penting: proyek ini sangat fokus pada produk derivatif leverage (perps), sehingga secara syariah dan risiko perlu kewaspadaan ekstra dibanding L1 umum seperti smart‑contract platform multi‑guna.
Produk / Layanan
Hyperliquid menyediakan infrastruktur dan produk utama berikut:
- Hyperliquid L1 (blockchain): L1 kustom dengan konsensus HyperBFT (terinspirasi HotStuff dkk) yang diklaim mampu mengeksekusi hingga ±100.000 order/detik dengan latensi blok < 1 detik. Ini memungkinkan
Tokenomics
Token utama: HYPE (utility + governance token Hyperliquid). Supply:
- Max supply: 1.000.000.000 HYPE.
- Total supply: ±999,7 juta HYPE (mendekati max supply).
- Suplai beredar (Nov 2025): ±333,6 juta HYPE (sekitar 33% dari total), dengan market cap ±14,76 miliar USD dan FDV ±44,2 miliar USD (rasio MCap/FDV ~0,33). Distribusi & insentif:
- Sebagian besar HYPE dialokasikan untuk komunitas, trader, dan liquidity mining, dengan komunikasi publik yang menekankan tidak ada alokasi
private sale/VC, sehingga citra distribusi lebih pro‑komunitas.
- HYPE digunakan sebagai token utama untuk insentif ekosistem (reward trading/likuiditas), governance, dan kemungkinan bayar fee tertentu di masa depan.
- Emisi masih berjalan; FDV yang jauh di atas market cap menunjukkan potensi tekanan jual di masa depan saat token yang masih terkunci masuk ke pasar. Poin krusial: cek detail vesting schedule dan porsi treasury/dev/early contributors; FDV tinggi dengan unlock besar adalah sinyal risiko bagi investor jangka panjang, terutama jika pertumbuhan volume/perdagangan melambat.
Underlying Asset
HYPE adalah aset digital (utility/gov token) tanpa underlying fisik. Nilainya bergantung pada:
- Utilitas dalam ekosistem Hyperliquid: governance, insentif, dan peran dalam mekanisme ekonomi protokol.
- Permintaan dari trader dan investor: terutama yang aktif di Hyperliquid DEX dan mengincar insentif/airdrop/point system.
- Ekspansi ekosistem L1: semakin banyak aplikasi lain (spot, DeFi, tools) yang dibangun di Hyperliquid, semakin luas utilitas HYPE. Tidak ada klaim resmi bahwa HYPE mewakili bagian kepemilikan legal perusahaan atau klaim atas laba seperti saham – ini murni token protokol, bukan sekuritas ekuitas. Secara syariah, ini mengurangi isu riba langsung, tetapi tidak menghilangkan risiko gharar terkait produk derivatif yang dibangun di atasnya.
Trading Mekanisme
Di level protokol, Hyperliquid adalah L1 + DEX perpetuals; ia menyediakan fitur trading derivatif secara native, bukan sekadar token di chain lain. Fitur utama:
- Perpetual futures dengan leverage untuk berbagai aset kripto, menggunakan margin (USDC, dan aset lain) dan liquidation engine on‑chain.
- Order book penuh (limit/market orders) dengan latency rendah dan throughput tinggi, sehingga mendekati pengalaman CEX tetapi on‑chain. HYPE sendiri diperdagangkan di:
- Hyperliquid DEX: sebagai pair utama (misalnya HYPE/USDC), dengan volume besar.
- Berbagai CEX dan DEX seperti Gate dan KuCoin, plus listing di platform harga seperti CoinGecko, Coinbase, Pluang, Reku, Indodax, dll. Dari sudut syariah: platform inti Hyperliquid memang memfasilitasi kontrak derivatif leverage yang sangat problematik (riba/gharar/maisir). Untuk Muslim, menggunakan HYPE sebagai aset investasi spot tanpa leverage pun tetap terkait ekosistem yang basis bisnisnya derivatif; ini memerlukan pertimbangan fikih yang sangat hati‑hati dan konsultasi ahli.
Gharar / Spekulasi
Transparansi:
- Semua order/trade/likuidasi dicatat on‑chain, sehingga secara teknis transparan dan dapat diaudit (tidak seperti CEX yang opaque).
- Data suplai, unlock, dan distribusi HYPE dapat dipantau di explorer dan agregator harga. Likuiditas & volatilitas:
- Market cap besar (peringkat top 20 global), TVL ratusan juta USD, dan volume harian ratusan juta USD menunjukkan likuiditas tinggi namun juga
volatilitas signifikan, apalagi setelah rally besar dari harga all‑time low.
- Analisis pasar terbaru menyoroti kekhawatiran soal token unlock dan sensitivitas harga terhadap sentimen makro dan regulasi derivatif. Secara substansi, Hyperliquid adalah “mesin spekulasi derivatif” yang sangat efisien: walau teknologinya transparan dan canggih, mayoritas aktivitas di dalamnya cenderung bersifat spekulatif berleverage tinggi. Dari perspektif syariah, ini menempatkan proyek pada kategori risiko gharar dan maisir sangat tinggi, jauh di atas sekadar spot DEX atau L1 umum.
Tim & Governance
Informasi publik menyebut Hyperliquid dikembangkan oleh tim yang pada awalnya relatif low‑profile (semi‑anonim) dan kemudian membentuk Hyper Foundation untuk mengurus governance dan pengembangan jangka panjang. Struktur governance dan kepemilikan:
- HYPE sebagai token governance: pemegang HYPE dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait parameter protokol, emisi insentif, dan kebijakan ekosistem.
- Narasi proyek menekankan “community‑first, no VC allocation”, namun treasury besar dan peran Hyper Foundation tetap menimbulkan konsentrasi pengaruh, terutama terkait pengaturan fee, listing market baru, dan program insentif. Risiko utama governance: jika distribusi HYPE tidak cukup terdesentralisasi (whale/foundation memegang porsi besar), maka model “one token, one vote” berpotensi menciptakan plutokrasi, mirip banyak proyek DeFi lain. Untuk analisis mendalam, Anda perlu cek data on‑chain (via Arkham, Nansen, dll.) tentang top holders HYPE dan proporsi mereka.
Kesimpulan
haramSecara fikih kontemporer, Hyperliquid (HYPE) Dari sudut fikih kontemporer,
| Sumber | Status |
|---|---|
| Sharlife | Halal âś… |
| Cryptoummah | Unavailable |
| islamicfinanceguru | Haram ❌ |
| Crypto Islam | Haram ❌ |











